Macam-Macam Pengeboran Minyak dan Gas

MAU TAHU MACAM-MACAM PENGEBORAN MINYAK DAN GAS BUMI, INI DIA RANGKUMANNYA !

Siapa yang tidak terpukau melihat anjungan pengeboran lepas pantai? Berdiri kokoh di tengah laut lepas dengan flaring yang terus menyala. Namun, pernahkah penasaran seperti apa aktivitas pengeboran di lepas pantai? Bagaimana dengan pengeboran di daratan? Berikut ulasan ringkasnya.

Mengebor sumur minyak atau gas bumi bukan layaknya mengebor sumur air. Banyak tahap persiapan yang mesti dilakukan, teknik pengeborannya, macam dan tujuan pengeborannya dan aspek keselamatannya. Berikut ini akan diulas mengenai macam-macam pengeboran minyak dan gas bumi.

Baiklah, sebelum kita mulai ulasan mengenai bagaimana sebenarnya proses pengeboran sumur minyak dan gas bumi, kita akan membatasi ulasan ini hanya pada proses intinya secara singkat. Karena akan sangat panjang bila kita membahas mulai dari tahap persiapan hingga akhir. Proses persiapan, pelaksanaan, dan penjelasan peralatan akan dibahas pada ulasan berikutnya dan dapat dibaca disini.

Pengeboran berdasarkan tujuannya dibagi menjadi 3, yaitu pengeboran eksplorasi, pengeboran deliniasi, dan pengeboran eksploitasi. Apa perbedaanya? mari kita bahasa satu persatu secara singkat !


1. Pengeboran Eksplorasi

Tujuan dari pengeboran eksplorasi adalah untuk membuktikan ada tidaknya minyak atau gas bumi di dalam cekungan. Pengeboran eksplorasi ini belum memiliki data-data akurat mengenai sifat batuan yang akan ditembus. Jadi, proses pengeboran eksplorasi memiliki tingkat masalah yang tinggi. Karena itu, sumur eksplorasi sering juga mendapat julukan Wild Cat. Artinya, selama operasi pengeboran akan didapati banyak masalah yang berdampak pada lamanya waktu dan tingginya biaya pengeboran.

Pada umumnya, titik lokasi pengeboran ini berada di atas puncak reservoir yang berbentuk Anticlinal Trap seperti gambar di bawah ini.



Anticline Trap
Anticline Trap


Lapisan Reservoir
Lapisan Reservoir

Pada gambar lapisan reservoir di atas, tampak ada tiga lapisan fluida yang tersusun dari atas ke bawah sesuai dengan densitasnya. Lapisan pertama atau paling atas adalah gas yang memiliki densitas paling ringan kemudian disusul minyak dan air. Umumnya, di bawah lapisan minyak terdapat air sebagai batas bawah suatu reservoir minyak.

Pada ketiga fluida tersebut terdapat lapisan-lapisan yang menyekat misalnya garis batas antara fluida gas dengan fluida minyak disebut dengan Gas Oil Contact (GOC) dan batas antara fluida minyak dengan air disebut Water Oil Contact (WOC). Bila pengeboran pada puncak traptidak menemukan hidrokarbon maka reservoir tersebut dinilai kosong atau dry hole.
  

2. Pengeboran Deliniasi

Jenis pengeboran ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran reservoir, mencari batas-batas, serta ketebalan reservoir. Pada pengeboran ini sudah ada data sumur dari hasil pengeboran eksplorasi. Untuk menentukan batas-batas reservoir maka dilakukan pengeboran dengan jarak-jarak tertentu dari sumur yang pertama. Misalkan akan ada tiga sumur yang akan di bor untuk menentukan batas-batas reservoir, dengan sumur pertama adalah sumur minyak dengan ketebalan deposit yang tinggi.

Pengeboran sumur yang kedua diharapkan menembus zona minyak dengan ketebalan yang sangat tipis dan zona air yang tebal. Hal ini dapat dikatakan sebagai batas reservoir minyak. Namun, bila pengeboran masih menembus zona minyak yang tebal dengan ketebalan air yang tebal juga maka hal ini tidak dapat dikatakan sebagai batas reservoir. Maka, perlu dilakukan pengeboran sumur yang ketiga. Bila sumur ketiga tidak menemukan minyak dan hanya menemukan air yang sangat tebal, maka batas reservoir adalah antara sumur kedua dan sumur ketiga.

Untuk menentukan batas-batas reservoir minyak adalah berdasarkan ketebalan minyak dari setiap sumur yang di bor. Selanjutnya, berdasarkan data-data ketebalan minyak tersebut dapat dibuat peta isopach yang digunakan untuk menghitung volume batuan yang mengandung minyak.
 

3. Pengeboran Eksploitasi 

Pengeboran ini bertujuan untuk mengambil cadangan minyak yang tersimpan dalam reservoir. Pengeboran eksploitasi ini biasanya memerlukan biaya yang lebih terjangkau karena sudah memiliki data seperti ketebalan reservoir, jenis dan sifat batuan, dan lainnya. Sumur eksplorasi dapat dialihkan menjadi sumur eksploitasi asalkan sumur eksplorasi tersebut ekonomis untuk diproduksi.
Onshore Rig milik PetroVietNam
Onshore Rig milik PetroVietNam

Pengelompokkan berikutnya adalah berdasarkan lokasinya. Berdasarkan letak dari titik lokasi, pengeboran dibedakan menjadi:

1. Pengeboran Darat (onshore)
Pengeboran darat adalah semua aktivitas pengeboran yang titik lokasinya berada di daratan. Biasanya disebut onshore drilling.
  
Onshore Rig di Texas
Onshore Rig di Texas
2. Pengeboran Lepas Pantai (offshore)
Pengeboran lepas pantai adalah kegiatan pengeboran yang titik lokasinya berada di laut lepas pantai sampai perairan dalam. Tetapi, bila titik lokasi pengeborannya pada lingkungan berair seperti di sungai, rawa, ataupun danau dengan kedalaman tertentu juga dapat dikategorikan sebagai offshore drilling.

Onshore dan offshore drilling
Onshore dan offshore drilling

Pengelompokkan yang ketiga dari aktivitas pengeboran adalah berdasarkan bentuk lubang yang dibuat selama proses pengeboran. Pada kelompok ini, pengeboran dibagi menjadi dua yaitu pengeboran tegak (straight hole drilling/vertical drilling) dan pengeboran berarah (directional and horizontal drilling).


1. Pengeboran Tegak (straight hole drilling/vertical drilling)
Pengeboran lurus disebut juga dengan pengeboran vertikal atau straight hole drilling yang artinya pengeboran yang dilakukan dari titik awal di permukaan dipertahankan kelurusannya hingga mencapai target. Pengeboran memenuhi kriteria pengeboran vertikal meliputi :

    a. Pengeboran masih dalam suatu kerucut dengan sudut 5o untuk ketinggian kerucut 10000 kaki. Kerucut ini dibentuk dari titik awal pengeboran di permukaan sampai kedalaman 10000 kaki dengan kemiringan kerucut sebesar 5o. Selama lubang yang dibentuk pada operasi pengeboran masih dalam lingkup kerucut, maka pengeboran tersebut dikategorikan sebagai pengeboran vertikal.

    b. Sebenarnya, meskipun lubang masih di dalam kerucut 5o, akan tetapi sangat sulit untuk mempertahankan kelurusan lubang. Kenapa? Salah satu faktor adalah formasi batuan di dalam yang mungkin akan sangat berbeda dari satu lapisan ke lapisan berikutnya. Tentu saja ini akan mempengaruhi proses pengeboran. Lubang boleh saja belok atau tidak lurus asal tidak lebih dari 3o setiap 100 kaki dan masih berada di dalam kerucut. Pembelokan lubang ini sering disebut dog leg karena bentuknya yang mirip dengan kaki anjing.

Diagram Pengeboran Vertikal
Diagram Pengeboran Vertikal
  

2. Pengeboran Berarah (directional and horizontal drilling)

Pengeboran berarah dalam hal ini adalah proses pengeboran yang lubang sumurnya diarahkan dengan sudut tertentu untuk mencapai target. Biasanya, rig atau platform tidak berada secara vertikal dengan reservoir. 
Melakukan proses pengeboran suatu formasi memang idealnya mempertahankan konsepvertikal drilling. Karena dengan mempertahankan kelurursan lubang sumur selain dalam operasinya jauh lebih mudah, biayanya juga lebih murah. Namun, ada beberapa alasan dan faktor yang memaksa untuk dilakukannya pengeboran berarah. Berikut alasan-alasannya:

a. Inaccessible Location Drilling
Beberapa reservoir berada di bawah permukaan yang tidak mungkin dilakukan pengeboran secara vertikal akan tetapi sangat cocok bila dijangkau dengan teknik pengeboran horizontal. Teknik ini sangat umum digunakan untuk melakukan pengeboran di reservoir yang sulit dijangkau seperti reservoir di bawah kota, lahan pertanian/perkebunan, dll.
Horizontal Drilling
Horizontal Drilling

Horizontal Drilling di Tepi New York
Horizontal Drilling di Tepi New York

b. Multiple Well Drilling
Selain karena faktor posisi reservoir yang sulit dijangkau, pengeboran berarah juga dilakukan karena ada banyak reservoir namun adanya keterbatasan area di permukaan sehingga tidak memungkinkan untuk membangun rig atau platform dalam jarak berdekatanMaka, dilakukanlah pengeboran multiple well yang hanya menggunakan plaform tunggal dengan metode pengeboran berarah untuk menjangkau semua reservoir. Biasanya teknik ini dilakukan pada pengeboran lepas pantai/offshore.
Multiple Well Drilling
Multiple Well Drilling

c. Salt Dome Drilling
Pada daerah yang didapati kubah garam (salt dome) yang letaknya berada di atas reservoir, melakukan pengeboran secara vertikal sangatlah beresiko karena potensi untuk terjadi blow outlebih besar. Karena itu, mengambil sisi samping dari salt dome menuju reservoir bisa menjadi pilihan bijak.
Salt Dome Drilling Process
Salt Dome Drilling Process

d. Side Tracking atau Straightening
Kadang dalam melakukan operasi pengeboran lurus terjadi deviasi atau pembelokan yang parah pada lubang sumur sehingga arah pengeboran menjauhi target, sehingga perlu untuk kembali meluruskan lubang sumur tersebut. Maka dari itu perlu dilakukan side tracking untuk mengembalikan arah lubang sumur ke target semula.  
 
Sidetracking Process
Sidetracking Process

e. Relief Well Drilling 
Relief well sebenarnya adalah proses mitigasi bencana dalam proses pengeboran. Sumur-sumur minyak yang mengalami blow out akan ditangani dengan metode ini. Relief well merupakan sumur yang dibuat di dekat sumur yang mengalami blow out dengan tujuan untuk mengurangi fluida di dalam sehingga menekan efek blow out. Membuat relief well ini biasanya menggunakan metode pengeboran berarah.  
Relief Well
Relief Well

Relief Well
Relief Well




Itulah pembagian atau klasifikasi pengeboran minyak dan gas bumi berdasarkan tujuan, lokasi, dan bentuk sumur atau lubang lapisan tanahnya. Semoga bermanfaat, salam drilling dari penulis.

sumber : http://energy-techno.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment