BOP (Blow Out Preventer)

BOP (Blow OUT Preventer)

Bekerja di bidang pengeboran minyak dan gas bumi berarti bekerja di lingkungan bahaya yang tinggi. Selain bekerja dengan bahan yang mudah meledak, pekerja juga memiliki potensi terpaparnya gas beracun dan bahaya lain dari peralatan berat yang dioperasikan. 

Termasuk dalam proses pengeboran. Entah karena penggunaan alat-alat berat, gas beracun yang keluar dari perut bumi, atau ledakan/semburan lumpur dari sumur bor yang tiba-tiba. Maka, segala tindakan pencegahan harus disipakan dengan baik. Kali ini, kita akan membahas mengenai peralatan pencegahan ledakan sumur yang dikenal dengan Blow Out Preventer (BOP).


Blow Out Preventer

A. Apakah Blow Out Preventer (BOP)?

Blow out preventer bisa dikatakan sebagai valve khusus dalam ukuran besar dilengkapi dengan kemampuan mekanis untuk memonitor, mengendalikan, dan menyegel sumur gas dan minyak agar bisa mencegah ledakan atau semburan yang tak terkendali dari minyak mentah dan/atau gas alam dari dalam sumur. Biasanya/umumnya peralatan ini dipasang secara redundant.

BOP dikembangkan untuk mengatasi tekanan ekstrim dan aliran yang tak terkendali yang keluar dari dalam sumur selama proses pengeboran. Tekanan dan aliran yang tak terkendali dari dalam sumur sering disebut juga "KICK". Kick berpotensi menyebabkan katastropik akibat ledakannya. Selain untuk memonitor dan mengendalikan tekanan dan aliran dalam sumur, BOP juga digunakan untuk mencegah tubing, peralatan dan drilling fluid tersembur keluar saat ada potensi ledakan dari dalam sumur. BOP sangat kritikal untuk keselamatan kru, rig, dan lingkungan area pengeboran. Dengan kemampuannya untuk memonitor dan memelihara integritas sumur, BOP memberikan pengamanan dari kegagalan untuk sistem yang melibatkan alat ini.

Ada beberapa sebab terjadinya "kick", adapun diantara adalah :

1. Berat lumpur bor yang kurang memadai

2. Kegagalan membuat sumur bor selalu penuh lumpur

3. Adanya kondisi swabbing

4. Kerusakan lumpur oleh gas atau air

Sebelum terjadi kick atau semburan liar, ada beberapa tanda yang dapat dideteksi sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan sebelum terjadi katastropik. Berikut adalah tanda ketika sumur mengalami kick:
1. Bertambahnya volume fluida di permukaan
2. Kenaikan rate of penetration yang mendadak
3. Turunnya tekanan pompa lumpur
4. Berkurangnya berat rangkaian pipa bor


B. Sejarah Blow Out Preventer

Cameron ram-type blow out preventer adalah BOP pertama yang sukses digunakan dalam pengeboran minyak dan gas bumi. BOP pertama dikembangkan oleh James S. Abercrombie dan Harry S. Cameron pada tahun 1922.

Sejarah pengembangan BOP pertama kali didasari oleh ledakan dari Lucas well. Saat melakukan pengeboran sumur minyak dan gas, bagian bibir sumur dilapisi oleh conductor casing. Setelah casing terpasang, drill string diturunkan melalui casing dan mulai melakukan pengeboran. Daerah/ruang annular diantara drill stem dan casing diisi dengan drilling mud yang memberikan tekanan hidrostatik yang menahan fluida dari formasi sehingga tidak menyembur keluar sumur.

Masalah akan muncul bila tekanan fluida dalam formasi lebih besar dari tekanan hidrostatik yang diberikan oleh drilling mud. Bila kondisi ini terjadi, maka minyak dan gas dari dalam sumur akan memberikan tekanan ke atas dan menyembur keluar dari dalam sumur. Semburan ini dapat menyebabkan banyak tumpahan minyak dan kebakaran pada sumur. Ledakan akibat semburan diLucas Well di lapangan minyak Spindletop pada tahun 1901 berlangsung hingga lebih dari 9 hari dan menumpahkan lebih dari 500.000 barel minyak.

Di tempat lain, James Smither Abercrombie (1891-1975), pengebor sumur minyak dari Texas, dan Harry S. Cameron (1872-1928), pemilik toko perkakas, membentuk perusahaan bernamaCameron Iron Work pada tahun 1920. Abercrombie memiliki gagasan mengenai blow out preventerdan mendiskusikannya bersama Cameron. Bersama, mereka merancang dan membuat perangkat tersebut di Cameron Iron Work dan menghasilkan ram-type blowout preventer yang pertama dan diberi nama MO BOP.


C. Fungsi Utama

Blow out preventer tersedia dalam banyak jenis, ukuran dan rating tekanan yang berbeda. Beberapa unit juga lainnya juga memiliki berbagai fungsi yang dikombinasikan dalam satu unit BOP. BOP juga dapat digunakan secara redundant, yang merupakan metode paling efektif untuk aplikasi peralatan fail-safe

Fungsi utama dari sistem BOP adalah:

1. Membatasi fluida di dalam lubang sumur 

2. Memberikan sarana untuk mengisi fluida bor ke dalam sumur

3. Memungkinkan volume tertentu dari fluida ditarik keluar dari sumur


Selain itu, dalam melakukan fungsi utamanya, sistem BOP juga digunakan untuk:

1. Mengatur dan memonitor tekanan dalam sumur

2. Menggantung dan mengatur posisi drill string agar berada di tengah lubang sumur

3. Menutup sumur 

4. "Membunuh/" sumur (mencegah fluida dari formasi mengalir masuk ke dalam lubang sumur)
5. Menyegel wellhead
6. Memutus atau memotong casing atau drillpipe bila dalam keadaan darurat 



D. Sistematika Kerja 



Dalam proses pengeboran sumur, drill string dimasukkan menuju resevoir minyak dan gas melalui BOP. Saat sumur mulai di-bor, drilling fluid, yang dikenal dengan lumpur bor diinjeksikan melalui drill string hingga ke ujung drill bit atau mata bor. Lumpur bor ini akan membawa serpihan batu yang dibor naik ke permukaan melalui ruang di antara drill string dan casing. Kolom yang tercipta oleh lumpur bor ini memberikan tekanan hidrostatik yang melawan tekanan dari dinding reservoir yang di bor, sehingga memungkinkan proses pengeboran berlangsung.


Bila terjadi "kick", operator rig atau sistem automasi akan menutup unit BOP, menyegel annulus untuk menghentikan aliran fluida keluar dari lubang sumur. Lumpur yang kental disirkulasikan ke dalam lubang sumur melalui drill string, naik ke annulus, dan keluar melalui jalur pembatas aliran (choke line) di bawah BOP hingga tekanan dalam sumur dapat dikendalikan lebih lanjut. Setelah sumur berhasil dikendalikan dari "kick", maka integritas sumur perlu diperiksa kembali. Bila integritas sumur masih dinilai baik, maka proses pengeboran dapat dilanjutkan kembali. 


Bila BOP dan lumpur pengeboran tidak mampu membatasi tekanan ke atas, maka pasti akan terjadi ledakan hingga melemparkan tubing/casing, minyak dan gas dari dalam sumur, dan berpotensi akan membakar rig.


E. Jenis Blow Out Preventer

BOP memiliki dua jenis yang umum digunakan yaitu ram dan annular. Keduanya sering digunakan bersama dalam satu rangkaian BOP. Setidaknya satu BOP annular mengakomodasi beberapa BOP ram.

1. RAM Blow Out Preventer

BOP model ini ditemukan oleh James Smither Abercrombie dan Harry S. Cameron pada tahun 1922 dan dipasarkan pada tahun 1924 oleh Cameron Iron Works. BOP tipe ram sebenarnya identik dengan cara kerja gate valve tetapi menggunakan sepasang plunger baja yang berlawanan yang kemudian disebut sebagai ram. Ram dapat diperpanjang menuju ke tengah lubang sumur untuk menghambat aliran atau ditarik mundur untuk membuka jalan aliran fluida. 

Bagian dalam dan permukaan atas dari ram dilengkapi dengan selubung (elastomeric seals) yang menekan dengan arah yang berlawanan dan mengelilingi tubing saat proses pengeboran berlangsung. Outlet pada sisi badan BOP digunakan untuk koneksi saluran choke dan/atau valve.


Desain Ram BOP oleh Cameron Iron Works
Ram, atau blok ram memiliki empat tipe umum: pipe, blind, shear dan blind shear.


i. Pipe Rams, 

Rams ini menutup erat drill pipe untuk membatasi aliran di dalam annulus (celah berbentuk cincin diantara objek yang konsentris) diantara bagian terluar drill pipe dan dinding sumur tetapi tidak menghalangi aliran di dalam drill pipe


BOP dengan berbagai jenis rams. a. blind ram b. pipe ram c. shear ram

Variable-bore pipe ram, dapat mengakomodasi tubing dengan rentang yang lebih lebar dari diameter terluar pipa ram standard tetapi membawa konsekuensi hilangnya kapasitas tekanan dan umur peralatan.

ii. Blind Rams

Disebut juga sebagai sealing ram yang tidak memiliki celah untuk tubing. Dapat menutup dan menyegel sumur saat tidak ada drill string atau tubing di dalam sumur bor.



iii. Shear Rams
Digunakan untuk memotong drill string atau casing dengan baja pemotong yang keras.


Shear Ram BOP

iv. Blind Shear Rams

Dikenal juga sebagai shear seal ram, atau sealing shear ram. Jenis ini difungsikan untuk menyegel lubang sumur, bahkan ketika drill string masih di dalam lubang dengan memotong drill string dan rams akan menutup sumur. Bagian atas dari drill string yang putus akan dibebaskan dari ram, sementara bagian bawah akan di-crimping.





2. Annular Blow Out Preventer 
BOP ini ditemukan pertama kali oleh Granville Sloan Knox pada tahun 1946, dan dipatenkan pada tahun 1952. Dalam lingkungan rig, BOP ini sering disebut "Hydril", sesuai nama salah satu manufakturnya.

BOP tipe annular dapat menutup dan melingkupi drill string, casing, ataupun objek tidak silindris misalnya kelly. Drill pipe, termasuk dengan peralatan berdiameter besar seperti tool joint(konektor/penghubung berulir), dapat ditarik secara vertikal ketika tekanan dibawah turun melaluiannular preventer dengan mengendalikan secara hati-hati tekanan hidroliknya. Annular BOP juga sangat efektif digunakan saat perawatan seal di sekitar drillpipe bahkan saat proses pengeboran berlangsung.

Regulasi mengenai BOP menyebutkan bahwa annular BOP harus mampu menutup lubang sumur, namun annular tidak seefektif ram dalam hal menutup dan menyegel lubang sumur. Karena itu, dua tipe BOP ini sering digunakan bersama dalam satu rangkaian. Annular BOP biasanya diletakkan di puncak rangkaian (umumnya satu atau dua annular) dengan kombinasi beberapa ram di bawah.

Annular BOP menggunakan "ganjal" sebagai metode kerjanya untuk menutup lubang sumur. BOP ini dilengkapi dengan segel bulat berbentuk seperti donat, yang diesbut dengan elastomeric packing unit yang diperkuat oleh bingkai baja. Packing unit ini diposisikan di dalam BOP di antara "kepala" dan piston hidrolik. Saat piston bergerak, maka akan mendorong packing unit untuk menyempit dan menyegel lubang yang terbuka. Annular BOP hanya memiliki dua bagian yang bergerak yaitu piston dan packing unit, yang membuat BOP ini lebih mudah untuk dirawat dibandingkan dengan ram preventer.


Annular BOP Metodologi
Model original annular BOP menggunakan piston faced-conical. Ketika piston naik, gerakan vertikal dari packing unit dihambat oleh head BOP dan permukaan piston akan  menekan packingsehingga menutup celah di antara drill string.

Pada tahun 1972, Ado N. Vujasinovic mendapatkan paten untuk variasi annular BOP yang dikembangkannya yang dikenal dengan spherical blowout preventer, sesuai dengan bentuk permukaannya yang sferis.


Spherical Blow Out Preventer

F. Metode Kendali 

Metode kendali BOP bila rig ditujukan untuk pengeboran onshore atau perairan dangkal (well head berada di atas permukaan air) adalah dengan menggunakan tekanan hidrolik dari remote accumulator. Ruang kendali biasanya di dalam rig atau dapat juga dioperasikan secara manual dengan menggunakan wheel hand.



Lalu bagaimana dengan BOP untuk pengeboran lepas pantai atau perairan dalam? Untuk pengeboran ini, ada empat cara utama untuk mengoperasikan BOP yaitu:

1. Electrical Control Signal, dikirim dari permukaan melalui kabel kontrol

2. Acoustical Control Signal, dikirim dari permukaan dengan modulasi sinyal suara yang berinteraksi dengan transduser di bawah air.
3. ROV Interventionremotely operated vehicle (ROV) secara mekanikal akan mengoperasikan katup-katup pada BOP dan menyediakan tekanan hidrolik untuk keperluan operasional BOP
4. Deadman Switch/Auto Shear, peralatan gagal-aman yang bekerja dalam keadaan darurat dan bila sinyal kontrol, tenaga listrik, dan jalur hidrolik untuk keperluan BOP terputus. 

Terdapat dua control pod, bekerja secara redundant, yang disediakan untuk BOP. Sinyal kontrol elektrik (Electrical Control Signal) adalah yang utama. Sedangkan, sinyal akustikal, ROV, dan deadman switch adalah sebagai backup.

BOP juga dilengkapi dengan Emergency Disconnect System (EDS) yang memutus hubunganrig dengan sumur bila terjadi keadaan darurat. EDS juga ditujukan untuk secara otomatis memicudeanman switch yang menutup BOP.

Pompa di rig (rig pump) secara normal mengirim tekanan hidrolik kepada BOP melalui jalur hidrolik. Akumulator yang ditempatkan di BOP memungkinkan untuk memicu BOP menutup bahkan saat BOP dan rig tidak lagi terhubung/terputuskan. Akumulator hidrolik tersebut memicu BOP untuk menutup secara otomatis berdasarkan tekanan yang terlalu tinggi atau aliran fluida yang berlebihan.

Pengeboran Minyak dan Gas Bumi

INILAH PROSES PENGEBORAN MINYAK DAN GAS BUMI!

Pernah menonton film "Armageddon"? Film ini menceritakan sebuah meteor raksasa bergerak menuju bumi dan tim yang dipimpin oleh Bruce Willis dikirim untuk mendarat, mengebor, menanam hulu ledak nuklir, dan meledakkan meteor tersebut. Alhasil, team tersebut berhasil meledakkan meteor dan bumi selamat dari malapetaka. Namun, bukan jalan cerita film tersebut yang akan saya bahas. Tapi, bagaimana mereka (mayoritas bekerja di pengeboran lepas pantai) melakukan pengeboran.

Mengebor (drilling) untuk aktifitas eksploitasi migas (minyak dan gas) tidaklah sama dengan proses pengeboran yang pada umumnya, seperti mengebor sumur air yang kita lakukan di darat. Meskipun namanya sama-sama sumur, namun yang dipompa keluar berbeda. Walaupun namanya sama-sama sumur, tapi kedalaman yang harus dicapai juga jauh berbeda. Tentu saja, prosedurnya pun berbeda. Seperti apa proses dan hasilnya? Mari kita simak ulasannya bersama 
 
Offshore Rig
Tahap persiapan pertama yang harus dilakukan pada pengeboran onshore adalah persiapan lokasi yang meliputi perataan tanah, pembuatan mud pit, dan cellar. Mud pit dibuat dengan tujuan untuk menampung limbah-limbah pengeboran, namun sebelumnya lubang ini harus dilapisi dengan lembaran-lembaran plastik di permukaannya.

Mud Pit

Selanjutnya yang perlu dipersiapkan adalah cellar. Cellar adalah kolong segi empat yang dibuat di titik lokasi yang berguna sebagai tambahan ruang di bawah lantai bor. Cellar ini berbentuk sama seperti mud pit namun dengan ukuran yang lebih kecil. Diameter cellar juga disebut conductor holeyang akan berada tepat di bawah lantai rig setelah dipasang substructur diatasnya.

Cellar Hole

Umumnya kedalaman cellar dibuat antara 50-80 kaki (feet) sebelum dipasang conductor casing. Conductor casing berfungsi untuk mendukung/menjaga kestabilan tanah selama proses pengeboran berlangsung. Ukuran conductor casing pun bervariasi antara 18" - 30".

Pemasangan conductor casing

Derrick adalah bagian yang paling nampak dari drilling rig. Derrick disusun dan dibangun untuk menyokong seluruh aktifitas pengeboran. Secara umum, derrick merupakan tower (menara) atau tiang baja dengan ketinggian beberapa puluh meter, didirikan secara vertikal untuk memasukkan drill stringke dalam lubang sumur (well).


Derrick Tower


Beberapa bagian penting dari derrick ditunjukkan oleh potongan-potongan gambar di bawah, namun tidak akan dijelaskan secara detil mengenai spesifikasi dan fungsinya. Pembahasan mengenai peralatan derrick akan dibahas pada kesempatan selanjutnya.


1. Hoist Support
2. Drilling rig

3. Mobile Hoist
4. Hook
5. Injection Head

6. Mud Injection Column

7. Rotating feed table for the drill train


8. Draw-works

9. Engine

10. Mud pump



11. Quagmire



Bagian lain yang penting untuk diketahui adalah bagian penyusun dari lengan bor. Simak gambar di bawah ini.

1. Drilling Train
2. Cement Retainer
3. Tubing
4. Drill Stem





5. Drilling Bit

Semua bagian di atas akan dibahas lebih detail pada kesempatan lain. Sekarang kita bisa mulai prosesnya. Pengeboran darat atau lepas pantai menerapkan teknik dan metode yang sebagian besar mirip. Perbedaan yang mungkin sangat kentara adalah konstruksi platform dan metode mendirikan derrick. Bila di darat, derrick didirikan dengan sangat mudah. Namun lain halnya dengan pengeboran lepas pantai (offshore). Setidaknya ada 4 jenis platform untuk pengeboran lepas pantai yaitu fixed platform, self-elevating platform, semi-submersible platform, dan dynamic positioning vessel.

Pengeboran, baik darat maupun lepas pantai, akan dilakukan setelah para ahli geologi dan geofisika melakukan survey dan yakin bahwa di wilayah tersebut diduga ada cadangan minyak atau reservoir. Meskipun di atas dijelaskan mengenai persiapan pengeboran darat, namun yang akan dibahas berikutnya adalah proses pengeboran lepas pantai.

Sama dengan langkah awal pengeboran darat, pengeboran lepas pantai dapat dilakukan setelah para ahli geologi melakukan survey dan menduga ada cadangan minyak di bawah lantai laut. Langkah pertama yang dilakukan adalah memasang pipa penghubung (conductor pipe) dandrilling pipe dan menurunkannya ke dasar laut.


Conduct conductor pipes

Proses menurunkan pipa conductor

Setelah pipa konduktor sampai di dasar laut dan menembus lapisan permukaan lantai laut,drilling pipe kembali ditarik ke permukaan. Di dalam conductor pipe terpasang jet bit yang membantu melubangi dasar laut sehingga conductor pipe dapat terangkat.

Posisi pipa konduktor dan pelepasan drill pipe
Kemudian drill bit atau dalam bahasa sehari-hari kita adalah mata bor, diturunkan dan masuk hingga ke dasar pipa konduktor.
Posisi drill bit di dasar pipa konduktor


Drill bit akan mulai berputar dan melubangi lantai laut. Drill bit biasanya memiliki nozzle di bagian tengah nya. Nozzle digunakan untuk menyemburkan air/air laut di lapisan yang akan digali. Apa tujuannya disemburkan air laut atau mud? Coba perhatikan ilustrasi di bawah ini.


Drill bit terhambat serpihan sedimen hasil pengeboran

Gambar di atas menunjukkan bahwa drill bit terhambat serpihan sedimen hasil pengeboran. Serpihan ini tidak akan terangkat ke atas karena tekanan air laut yang masuk dari atas. Tumpukan ini menyebabkan proses pengeboran akan semakin berat, drill bit akan panas dan cepat aus. Karena itu, air laut disalurkan dari atas rig ke dalam drilling pipe lalu disemburkan melalui nozzle di dalam drill bit dan akan mendorong serpihan-serpihan ini ke permukaan lantai laut seperti gambar di bawah ini.

Serpihan terangkat setelah air laut disemburkan


Serpihan sedimen terangkat keluar dari lubang pengeboran

Kita lanjutkan proses pengeborannya. Setelah melakukan pengeboran sedalam beberapa ratus meter, drill bit akan diangkat ke permukaan. Dan casing pipe dengan ukuran diameter kira-kira 50 cm (sedikit lebih kecil daripada lubang sumur) diturunkan ke dalam lubang sumur menggunakandrill pipe. Pipa casing ini berfungsi untuk melapisi dan menjaga dinding lubang sumur agar tidak runtuh.

Menurunkan casing pipe
Memasukkan casing pipe ke dalam conductor pipe

Apakah cukup dengan ini? Tidak. Memasukkan pipa casing tanpa penguat bukan hal yang bijak untuk menjaga kekuatan dinding sumur. Lalu apa? Setelah pipa casing dimasukkan, maka adonan semen diinjeksikan ke dalam pipa casing tersebut hingga meluber keluar diantara dinding sumur dan pipa.
Semen di injeksikan melalui pipa casing
Proses Cementing
Proses Cementing

Proses penyemenan ini diteruskan hingga ke ujung atas pipa casing. Jangan disangka bahwa semen yang digunakan adalah semen yang umum di toko bangunan. Semen ini khusus dirancang untuk tahan dengan kondisi air laut dan tekanannya. Ulasan lebih jelas mengenai prosescementing dapat dibaca disini.

Setelah proses tersebut selesai, drill pipe dilepas dan ditarik kembali ke atas. Selanjutnya adalah menyambung riser pipe. Riser pipe ini akan berfungsi ganda, salah satunya adalah untuk sirkulasi mud yang disemburkan melalui ujung drill bit (akan dibahas lebih jelas nanti). Untuk proses selanjutnya, ujung dari riser pipe dihubungkan dengan perangkat khusus yang bernamaBlow Out Preventer (BOP). BOP ini akan didudukkan di atas pipa casing yang sudah lebih dahulu terpasang di lantai laut.


BOP duduk di atas pipa casing
Sekarang, platform atau rig yang berada di permukaan laut sudah dihubungkan oleh riser pipedengan pipa casing di lapisan dalam dasar laut seperti gambar di bawah ini.


Riser pipe terhubung hingga ke casing pipe di bawah lantai laut

Drill bit yang ukurannya lebih kecil dari yang pertama kali digunakan, diturunkan melalui riser pipe hingga ke casing pipe. Dan, proses pengeboran pun dilanjutkan. Bila di atas tadi dijelaskan bahwa untuk membuang serpihan sedimen digunakan air/air laut, maka di proses pengeboran kedua ini, mud digunakan untuk membuang serpihan tersebut. Dengan proses yang sama, muddisemprotkan dari nozzle yang ada di drill bit. Pertanyaan berikutnya adalah kenapa pada proses pengeboran kedua ini menggunakan mud? Kenapa bukan air? 

Air laut bisa saja digunakan untuk praktek seperti ini. Namun, jauh lebih baik bila menggunakanmud bila pengeboran sudah semakin dalam. Agar mud tidak mencemari air laut, maka riser pipeharus diaplikasikan. Jadi, serpihan dan mud akan dipompa naik ke atas rig.

Riser pipe untuk mengakomodasi mud
Ada beberapa alasan kenapa mud lebih baik daripada air untuk riser system seperti ini antara lain:

1. Mud memiliki viskositas yang lebih besar daripada air. Artinya, mud jauh lebih mudah dan mampu lebih banyak mengangkat serpihan sedimen keluar dari lubang pengeboran.


Mud lebih banyak mengangkat serpihan dari dalam lubang bor karena viskositasnya

2. Mud memiliki densitas lebih besar dari air. Ketika pengeboran semakin jauh ke dalam lapisan batuan, tekanan dari dinding-dinding lubang bor akan semakin besar. Bila air (densitas rendah) yang disemprotkan ke dalam lubang bor, maka lama kelamaan air tidak akan sanggup menahan tekanan dari dinding-dinding sumur. Dinding sumur bisa runtuh dan drill bit akan tertahan.

Dinding sumur colapse akibat tekanan di dalam lubang sumur tidak mengimbangi

Bila menggunakan mud (densitas lebih besar daripada air), maka tekanan dari luar sumur bisa diimbangi oleh tekanan dari dalam sumur yang diisi dengan mud. Dan mud ini cukup ekonomis karena mampu dibersihkan, didaur ulang dan digunakan kembali. 
Mud mengimbangi tekanan dari luar dinding sumur
Setelah drill bit menyentuh kedalaman yang diinginkan, drill bit akan ditarik kembali ke atas. Lalu, casing pipe dengan diameter lebih kecil dari casing pipe sebelumnya dimasukkan melaluiriser pipe hingga di kedalaman terakhir lubang sumur. Panjang casing pipe yang terakhir ini sama dengan jarak BOP hingga ke kedalaman terakhir lubang sumur. Lalu dilakukan proses cementingseperti sebelumnya. Setelah cementing selesai, maka drill bit yang lebih kecil dimasukkan ke dalam casing pipe hingga di kedalaman terakhir tadi. Lalu, proses pengeboran kembali dilanjutkan. Proses ini akan terus berulang sampai drill bit mencapai kedalaman yang dituju.

Setelah mencapai kedalaman yang dituju, drill bit akan ditarik keluar dan diganti dengandiamond core bit yang memiliki lubang di tengahnya seperti gambar di bawah ini. Tujuannya adalah untuk mengambil sampel formasi yang sudah dicapai.


Natural Diamont core bits
Formation Sampling

Sampel tersebut akan dianalisa untuk memastikan lapisan batuan yang ditembus adalah formasi reservoir. Setelah itu, geophisical logging tool diturunkan ke dalam lubang sumur untuk menganalisa dan memberikan informasi kepada geologist mengenai data-data fisik formasi batuan sepanjang tool tersebut diturunkan di formasi reservoir. Semua data yang dikumpulkan akan dievaluasi untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan apakah sumur bisa langsung berproduksi, atau geologist memutuskan untuk mengambil data lebih banyak atau malah sumur yang sudah digali tidak dapat diproduksi.


Geophisical Tool introduced to collect data

Bila ternyata sumur tersebut memang berpotensi untuk langsung diproduksi, maka casingterakhir akan diturunkan ke dalam lubang sumur dan dilakukan proses cementing. Setelah itu,casing tersebut di-pervorating atau dalam bahasa yang lebih mudah dilubangi sehingga memungkinkan minyak bumi dialirkan ke permukaan.

Sumur (well) sudah siap diproduksi

Masih banyak hal-hal detil lainnya dalam proses pengeboran yang mungkin terlewatkan. Artikel ini memang hanya mengupas bagian luar dari proses yang ada agar dapat memberi pengetahuan dasar bagi yang ingin tahu proses pengeboran minyak dan gas bumi. Terima kasih. Semoga bermanfaat.